Sejarah

Sekolah Islam Cahaya Ilmu

  1. Sekolah yang berpusat pada anak
  2. Sekolah yang membuat anak suka belajar
  3. Sekolah yang menghargai fitrah dan perbedaan
  4. Sekolah yang mengembangkan potensi kecerdasan jamak
  5. Sekolah yang menjaga kreativitas dan kejujuran
  6. Sekolah yang membentuk akhlaqul karimah anak bersama keluarga
  7. Sekolah yang memberikan ketrampilan belajar (life skills) dan kebiasaan beribadah
  8. Sekolah yang menumbuhkan kecintaan pada Qur’an
  9. Sekolah yang meningkatkan kualitas dengan penyempurnaan creative curuculum yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman (akidah, akhlak dan ibadah) sesuai Al-Quran dan As-Sunah

 

Sejarah Berdiri

Menyadari akan pentingnya tahun-tahun awal kehidupan manusia, karena tiap tahap kehidupan akan menjadi pijakan bagi tahap perkembangan selanjutnya. Beragam peristiwa yang dialami anak adalah catatan penting yang mempengaruhi arah dan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga manusia mempunyai satu masa yang sangat penting yang disebut sebagai masa emas (golden age) yang terjadi pada pada usia 0 – 4 th. Karena pada usia ini perkembangan intelektual mencapai 50%, dan pada usia 4 – 8 th bertambah 30% mencapai 80%. Masa ini tidak boleh terlewatkan dengan sia-sia !

Berawal dari pemikiran tersebut, pada tanggal 5 September 2005, oleh beberapa insan yang peduli dengan dunia pendidikan, Taman Pendidikan Islam Cahaya Ilmu didirikan, dengan penyandang dana Bapak Ir. H. Hanafi Sholeh beserta istri Ibu Hj. Rahayu Wijayanti. Kemudian untuk memperkuat status lembaga, maka dibentuklah Yayasan Samudera Ilmu, sebagai payung dari Taman Pendidikan Islam Cahaya Ilmu Semarang.

Bapak Dedy Andrianto sebagai salah satu pendiri Lembaga Pendidikan Islam Cahaya Ilmu, diberikan amanah sebagai penanggung jawab dan pelaksana pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Cahaya Ilmu Semarang, dengan program awal adalah Pendirian PAUD Islam (Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak), yang hal ini didasarkan atas beberapa pertimbangan :

  • Merosotnya akhlak bangsa di segala sektor, maka perlu antisipasi melalui pendidikan sejak dini dengan metode yang tepat; berpusat pada anak, bermain yang menyenangkan, penanaman karakter melalui pembiasaan sejak dini, memahami berbagai potensi kecerdasan, dan pembelajaran yang holistik. Hal ini diharapkan akan dapat menjadi modal belajar sepanjang masa, dan memberikan warna kebaikan pada kehidupannya dikemudian hari.
  • Perlunya dakwah dikalangan orang tua tentang cara mendidik anak dengan tepat sejak dini sehingga bisa menciptakan generasi pembelajar, sehingga nantinya mampu menjadi pribadi yang sholeh sholehah, dan menjadi aset keluarga.

Dalam perjalanannya pada tahun 2008, melihat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pada saat itu masih dalam keadaan krisis peran, dimana peran para ibu yang semula sebagai pengasuh dan pendidik anak di rumah, mulai bergeser perannya menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Padahal para ahli mengatakan anak yang ditelantarkan atau disia-siakan di 3 tahun pertama, akan membawa cap atau bekas yang sulit atau bahkan tidak dapat dihapus. Karena hak anak untuk mendapatkan kepentingan terbaik, tumbuh kembangnya, penghargaan dan non diskriminsi menjadi tidak terpenuhi. Jadi disinilah peran pengasuhan pada anak menjadi sangat penting.

Taman Penitipan Anak (TPA), menjadi  sangat membantu dan sangat diperlukan dalam upaya pengasuhan anak yang belum terlayani. Melihat kondisi tersebut pada tahun 2008 TPA Cahaya Ilmu Pedurungan di bawah Yayasan Samudera Ilmu Semarang, mencoba membantu para orang tua dalam memberikan layanan tumbuh kembang anak.

Pada Tahun 2012, Yayasan Pendidikan Islam Cahaya Ilmu yang sebelumnya telah merintis berdirinya TPA – KB – TK Cahaya Ilmu menawarkan satu konsep pendidikan Islam yang jelas, dengan konsep pendidikan modern mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi globalisasi. Dengan berubahnya keinginan masyarakat terhadap konsep pendidikan di masa yang akan datang, kita dituntut untuk mengadakan penyesuaian untuk menyusun suatu produk pendidikan modern sehingga dapat melayani kebutuhan masyarakat, tanpa menghilangkan prinsip – prinsip dasar pendidikan Islam yang memang telah menjadi unggulan dari konsep pendidikan Cahaya Ilmu.

Sebagai yayasan yang mengkhususkan pelayanan pada bidang kependidikan selalu berusaha untuk mengupayakan pendidikan lanjut untuk jenjang pendidikan sebelumnya. Adapun pendidikan lanjut yang akan diupayakan oleh YPI Samudra Ilmu adalah SD Islam Cahaya Ilmu Semarang. Hal ini diupayakan untuk menindaklanjuti keinginan yang kuat dari orang tua murid TK Cahaya Ilmu, yaitu agar segera didirikan SD Islam Cahaya Ilmu sebagai kelanjutan sekolah bagi putra – putri mereka. Potensi tersebut dapat dijadikan modal untuk menampung mereka pada pendidikan lanjut yang mempunyai visi dan misi yang sama.

Adapun konsep pendidikan yang akan kami kembangkan sebagai perwujudan pendirian SD Islam Cahaya Ilmu ini adalah mewujudkan pendidikan islam dengan konsep pendidikan modern yang mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi globalisasi.

Pada akhirnya, untuk mewujudkan visi dan misi lembaga dalam mewujudkan generasi yang unggul, sehat, cerdas, kreatif dan berakhlaqul karimah kami membutuhkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Program ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik apabila tidak didukung oleh SDM maupun sistem yang memiliki niat dan visi yang sama dalam pelayanan anak usia dini hingga sekolah dasar. Kerjasama yang baik dari semua pihak sangat diperlukan, termasuk didalamnya perhatian, bimbingan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Pengelola

Yayasan Pendidikan Islam Samudera Ilmu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *