Budi Ashari : Inilah Rahasia Keluarga Muslim Ideal

Jakarta (SI ONLINE) – Tidak ada manusia di muka bumi ini yang ingin hidup sendiri. Baik laki-laki maupun perempuan pasti ingin menikah, membina keluarga dan memiliki keturunan. Oleh karena itu, mencari ilmu tentang pernikahan sebelum menikah adalah hal yang penting dilakukan. Dalam hal ini wanita juga sangat ditekankan untuk memiliki kualitas hidup, sebagaimana yang diungkapkan oleh ustadz Budi Ashari,LC.

“Sebelum orang beraktifitas ilmu itu nomor satu. Ilmu itu sebelum berbuat, wanita yang belum menikah cari ilmulah tentang bagaimana menikah itu, kalau punya anak mau seperti apa, ” kata Ustadz Budi Ashari dalam Talkshow “Qur’anic Parenting” yang diselenggarakan oleh Ummahatul Mu’minin Indonesia (UMI) di Jakarta, Kamis (12/7/2012)

Menurut Ustadz Budi, khusus ilmu menikah tidak ada istilah belajar sambil jalan.

“Tidak ada konsep dalam Islam belajar sambil jalan. Apa tidak pusing belajar sambil jalan. Tidak bisa belajar berumah tangga sambil jalan, nanti tiba-tiba ada ombak yang besar, perempuan itu jadi tidak siap. Karena belajar baru sebentar sudah banyak cobaan. Belum lagi baru menikah anak sudah dua, “kata Ustadz yang aktif menjadi pengurus di Kuliah Online Parenting Nabawiyah

Selain belajar ilmu pernikahan, Ustadz Budi juga menyampaikan pentingnya seorang perempuan memperbaiki kesholehannya. Karena kesholehan perempuan merupakan kebahagiaan suami.

“Ketika seorang wanita ingin menikah lalu mempelajari ilmunya, dan tentu memperbaiki ke sholehannya. Karena kesucian istri berdampak kepada suami, ” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada para perempuan yang mendapatkan laki-laki yang tidak sesuai keinginan dan harapan agar membaca biografi istri Fir’aun, Siti Asiyah.

“Kalau sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin, tetapi tetap mendapatkan yang buruk maka persiapkanlah dirimu menjadi seperti istri Fir’aun, dan bacalah biografi istri Fir’aun, Asiyah, “katanya

Ustadz yang membuat buku berjudul “Parenting Nabawiyah”  itu juga mengatakan, perempuan yang berkualitas akan mendapatkan pasangan yang juga berkualitas, seperti pasangan Fatimah Azzahra dan Ali bin Abi Tholib.

“Kita boleh punya harapan pada Allah, untuk kriteria. Semuanya kita serahkan pada Allah. Mudah-mudahan jika kita menyiapkan diri menjadi seorang Fatimah maka akan dapatnya Ali bin Abu Tholib. Makanya kualitasnya harus seperti Fatimah. Saya kira jika perempuan yang baik insya Allah tidak akan dapat suami yang ancur banget,” ujarnya.

Sebaik-baik Istri, Ialah Yang Memprioritaskan Urusan Rumah

Di jaman modern ini, banyak perempuan memilih meninggalkan rumah dan anak untuk bekerja. Hal ini jelas bertentangan dengan Surat Al Ahzab ayat 33 yang mengatakan istri harus berdiam di rumah.

Istri yang bekerja dan sangat aktif di luar akan mengakibatkan dampak yang kurang baik dalam keluarga.

“Pasti masalah kalau dikatakan istri bekerja dan aktif di luar rumah, apalagi aktif sekali hal itu sangat bermasalah sekali,” kata ustadz Budi.

Dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 33 jelas dikatakan tempat perempuan yang paling mulia adalah di rumah.

“Dalam surat Al – Ahzab 33, dikatakan wanita itu adalah tempatnya di rumah. Ada juga hadits Nabi yang mengatakan wanita lebih mulia ada di rumah daripada di masjid. Cukuplah kerusakan timbul jika perempuan sudah meninggalkan rumah, “ujarnya menegaskan.

Menurut Ust. Budi, perempuan diperbolehkan keluar rumah dengan syarat dapat menjaga penampilan dan lisannya.

“Perempuan sebenarnya boleh keluar rumah tetapi jaga penampilannya, jaga lisannya, dan semua yang harus dijaga sesuai aturan islam. perempuan boleh dan tidak dilarang keluar rumah, tetapi anak itu amanah nomor satu dari Allah.” Katanya

Ia juga menambahkan, fenomena saat ini menjadi aneh, suami istri yang tidak punya anak maka bercerai. Sedangkan suami istri yang punya anak, anak-anak sering ditinggal.

“Kita harus seperti Aisyah, jika tidak punya anak harus memaksimalkan aktifitas dengan suaminya dan ia juga harus bisa memiliki kiprah besar diluar sana. Tapi kalau ia punya anak, tugas besar perempuan ini adalah suami dan anak,”lanjutnya.

Ustadz Budi Ashari juga melarang perempuan untuk mengikuti kalimat menyesatkan.

“Ini adalah kalimat menyesatkan, yang pertama jadilah orang yang bermanfaat untuk oranglain. Dan yang kedua, tolonglah agama Allah maka Allah akan menolong keluargamu. Apa perlunya bermanfaat untuk orang lain tetapi kita tidak bermanfaat bagi keluarga kita?” tanyanya retoris.

Mendidik Anak Juga Tanggung Jawab Ayah

Menurut ustadz Budi, para ayah sering kali memiliki paradigma yang salah. Ayah berfikir cukup hanya dengan mencari nafkah tanpa harus berdialog dengan anak. Padahal dalam Al Qur’an kisah percakapan ayah dengan anak terkuak sebanyak 14 kali, dibanding dengan percakapan ibu yang hanya 2 kali.

“Perlunya ayah berdialog dengan anak. Karena Al Qur’an menguak lebih banyak dialog ayah kepada anak hingga 14 kali. Sedangkan dialog ibu pada anak, sebanyak 2 kali, “kata Ust. Budi Ashari.

Ia kemudian menambahkan, bahwa para ayah harus memiliki keakrabab serta komunikasi yang baik dengan anak-anaknya.

“Ayo para ayah tuliskan nasehat. Ayah harus berkomunikasi dengan baik pada anak-anaknya. Nabi Muhammad SAW menasehati anak-anak dengan sangat bagus, dengan bahasa pilihan dan waktu yang tepat serta suasana yang tepat, “katanya.

Ia juga memaparkan konsep yang salah, apabila ayah mengatakan tugasnya hanya mencari rezeki, sementara mengajar anak adalah tugas ibu.

“Para ayah menganggap tugasnya hanya cari uang, untuk mengurus anak adalah tugas ibu. Itu hal yang salah, “katanya.

Di akhir wawancara dengan beberapa wartawan Ustadz Budi juga menyampaikan pentingnya seorang ayah melakukan dialog kepada anak melalui nasehat pada tulisan.

“Banyak nasehat yang dibuat oleh para pendahulu kita, yang sebenarnya kitab itu isinya adalah nasehat ayah pada anaknya. Sehingga dapat diambil kesimpulan para ayah memang lebih banyak meninggalkan nasehat lewat tulisan, inilah konsep termahal yang tidak banyak seorang ayah tau,” katanya.

Sumber : http://www.suara-islam.com/read/index/4962/Budi-Ashari—Inilah-Rahasia-Keluarga-Muslim-Ideal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *